Era Penuh Api: Mengembangkan Hutan Belantara Utara yang Luas, Bertani, dan Berjuang di Pegunungan untuk Menghidupi Seluruh Keluarga

Era Penuh Api: Mengembangkan Hutan Belantara Utara yang Luas, Bertani, dan Berjuang di Pegunungan untuk Menghidupi Seluruh Keluarga

oleh Pikirkan baik-baik
322
Bab
6
Views
4.8
Rating
0
Bookmark
Novel perkotaanTamat
Mulai Baca

Sinopsis

[Sebuah novel slice-of-life yang berlatar di pedesaan Tiongkok Timur Laut pada era khusus. Sebuah drama periode, berfokus pada pertanian, pendakian gunung, mencintai istri, membesarkan anak, dan kehidupan keluarga sehari-hari. Jika Anda tidak menyukai ini, mohon jangan membaca! Terima kasih!] Zhang Chongxing, seorang penggemar olahraga luar ruangan dan bertahan hidup di alam liar, secara tidak sengaja melakukan perjalanan kembali ke masa lalu ke pedesaan Tiongkok Timur Laut pada tahun 1968 setelah tali pengamannya tidak terpasang dengan benar saat mendaki gunung. Dia tidak ingin mengalami kesulitan lagi kali ini. Dia hanya ingin menikahi seorang istri untuk menghabiskan hidupnya bersama, membesarkan beberapa anak, dan menjalani kehidupan yang damai bersama keluarganya di era khusus ini. Dia tidak memiliki ambisi besar; dia hanya ingin keluarganya aman dan bahagia. Tentu saja, jika hidup bisa sedikit lebih baik, bahkan lebih baik lagi…

Daftar Bab (322)

Bab 1Bab 1Bab 2Bab Dua: Sebuah Rumah yang MengerikanBab 3Bab Tiga: Menjalani Hidup yang BaikBab 4Bab Empat: Bajingan tak berguna yang tak bisa membedakan luar dan dalamBab 5Bab Lima: Bocah nakal ini benar-benar sudah keterlaluan!Bab 6Bab Enam: Tak seorang pun akan mentolerirmu di sini.Bab 7Bab Tujuh: Bagaimana Mungkin Seseorang Pulang dengan Tangan Kosong Setelah Memasuki Gunung Harta Karun?Bab 8Bab Delapan: Bola Mata Bisa Menumbuhkan Darah Karena MenatapBab 9Bab Sembilan: Jika satu kali makan tidak cukup, coba dua kali makan.Bab 10Bab Sepuluh: Meneteskan Air Liur di Seluruh TanahBab 11Bab Sebelas: Bermalas-malasanBab 12Bab Dua Belas: Otakku Masih Berfungsi Cukup BaikBab 13Bab Tiga Belas: Perusahaan Ketujuh Reklamasi LahanBab 14Bab Empat Belas: Wanita Ini Agak GarangBab 15Bab Lima Belas: Apakah aku berutang sesuatu padamu?Bab 16Bab Enam Belas: Mari Belajar Mengeong BersamaBab 17Bab Tujuh Belas: Penilaian Sekretaris LiangBab 18Bab Kedelapan Belas: Kunjungan untuk Mengungkapkan Rasa Terima KasihBab 19Bab Sembilan Belas: Mari Kita Berterus Terang.Bab 20Bab Dua Puluh: Makan kotoran!Bab 21Bab Dua Puluh Satu: Makan Daging Setiap Hari, di Setiap Waktu MakanBab 22Bab Dua Puluh Dua: Bagilah Setengahnya dengan Ibumu Saat BertemuBab 23Bab Dua Puluh Tiga: Siapa Pun yang Memiliki Keterampilan Akan Memakan DagingnyaBab 24Bab Dua Puluh Empat: Kunjungan PamanBab 25Bab Dua Puluh Lima: Apakah kau mencoba mempermainkanku dengan tipu daya kotor?Bab 26Bab Dua Puluh Enam: MundurBab 27Bab Dua Puluh Tujuh: Sekarang Aku yang Bertanggung Jawab di RumahBab 28Bab Dua Puluh Delapan: Patah HatiBab 29Bab Dua Puluh Sembilan: PanenBab 30Bab Tiga Puluh: Mereka semua telah tumbang.Bab 31Bab Tiga Puluh Satu: Merebut Gandum dari Mulut NagaBab 32Bab Tiga Puluh Dua: Kritikus dan Teori KonspirasiBab 33Bab Tiga Puluh Tiga: Remunerasi Berdasarkan PekerjaanBab 34Bab Tiga Puluh Empat: Penyelamatan Diri ProduksiBab 35Bab Tiga Puluh Lima: Bantuan Timbal Balik Antara Militer dan Warga SipilBab 36Bab Tiga Puluh Enam: Perketat Pagar untuk Mencegah Anjing Liar MasukBab 37Bab Tiga Puluh Tujuh: Kita Bertemu LagiBab 38Bab Tiga Puluh Delapan: Panen yang MelimpahBab 39Bab Tiga Puluh Sembilan: Apakah Anda sedang membicarakan seekor keledai?Bab 40Bab 40 Anak ini cukup keras kepalaBab 41Bab 41 Apa itu Romantisisme Revolusioner?Bab 42Bab 42 Seorang Pencuri TibaBab 43Bab 43 Dia menutup mulutnya rapat-rapat.Bab 44Bab Empat Puluh Empat: Nyaris CelakaBab 45Bab 45 Setelah Badai, Pelangi Akhirnya MunculBab 46Bab Empat Puluh Enam: Aku benar-benar tidak akan bersikap sopan lagi.Bab 47Bab 47 Panen Musim Gugur yang Bisa Membunuh SeseorangBab 48Bab Empat Puluh Delapan: Serigala TunggalBab 49Bab Empat Puluh Sembilan: Teguh, Akurat, KejamBab 50Bab Lima Puluh: Sang Pahlawan Tua

Review (0)

Komentar (0)